SOLOK — Penguatan konsep smart village atau nagari cerdas terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat nagari. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan penguatan pengelolaan website nagari dan pelayanan publik digital yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Solok Premiere Hotel Syariah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh operator website dari 74 nagari yang ada di Kabupaten Solok.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Solok Bapak Candra,S.Hi, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Rektor UMMY Kota Solok, serta para operator website nagari se-Kabupaten Solok. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, perguruan tinggi, dan aparatur nagari dalam mendorong transformasi digital di tingkat pemerintahan terdepan.
Pengelolaan website nagari dinilai memiliki peran strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih terbuka, informatif, dan mudah diakses masyarakat. Melalui website, nagari dapat menyampaikan berbagai informasi mengenai program dan kegiatan pemerintahan, potensi nagari, transparansi anggaran, pelayanan administrasi, hingga berbagai informasi publik lainnya. Dengan demikian, website tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai salah satu pintu masuk pelayanan publik digital bagi masyarakat.
Penguatan kapasitas para operator website menjadi bagian penting dalam mewujudkan nagari yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Operator diharapkan tidak sekadar mengunggah berita atau dokumentasi kegiatan, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang akurat, aktual, menarik, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pengelolaan data dan informasi yang baik juga dapat mendukung terciptanya pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, efektif, dan efisien.
Melalui kegiatan ini, 74 nagari di Kabupaten Solok diharapkan semakin siap membangun ekosistem smart village yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, dan pemerintahan nagari menjadi modal penting untuk memastikan transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Website nagari dan pelayanan publik digital pada akhirnya bukan sekadar tuntutan perkembangan teknologi, melainkan instrumen untuk menghadirkan pemerintahan nagari yang lebih terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat.